Afirmasi PPPK Guru Honorer 2021 direvisi

Afirmasi PPPK Guru Honorer 2021 direvisi

Foto oleh fauxels dari Pexels

Sebuah kabar gembira bagi para guru honorer indonesia yang mengikuti seleksi P3K atau tes PPPK yang pada akhir-akhir ini banyak sekali kontra yang terjadi antara lain pada masalah masa pengabdian maupun usia guru honorer tersebut. Namun jangan berkecil hati ya buat para pejuang tanpa tanda jasa ,karena setiap yang kalian ajarkan pada anak didik pasti ada manfaatnya. Begitu juga dengan kabar yang banyak beredar dan diperdebatkan banyak orang tentang pengangkatan honorer menjadi PNS pasti sudah dibahas oleh kementrian pendidikan dan lembaga terkait lainya.

Dalam hal pengumuman kelulusan tes PPPK 2021 tahap 1 yang ditunda karena menurut panitia seleksi nasional banyak keluhan saat seleksi dilakuan. Seharusnya pada 24 September kemarin sudah diumumkan akan tetapi hingga sampai saat ini masih belum ditentukan.

Selaku ketua komisi DPR X ,Saiful Huda mengharap agar pengumuman tidak terlalu lama ditunda ,sebab kasihan bila guru honorer terlalu lama menunggu. Beriringan dengan hal tersebut Sekretaris Direktorat Jendral guru dan Tenaga Kependidikan menyebutkan bahwa kementrian Pendidikan,Kebudayaan,Riset,dan Teknologi pun juga belum memberikan tanggal pasti terkait hal tersebut.

Kemendikbudristek Nadiem Makarim  diminta dapat melobi Panselnas oleh komisi DPR X untuk memberikan afirmasi pada nilai teknis dengan mempertimbangkan usia,lama pengabdian,penyandang disabilitas dan pada daerah tertentu seperti 3T,daerah konflik serta pasca bencana. Serta mengupayakan perbaikan kompetensi teknis yang dinilai memberatkan guru peserta seleksi PPPK.

sesuai hasil rapat kerja komisi DPR X dan kemendikbudristek pada 23 september lalu.

Skema pemberian nilai afirmasi dalam proses seleksi PPPK juga bakal dikaji ulang oleh kemendikbud Nadiem Makariem,

“walaupun bukan sepenuhnya keputusan kemendikbudristek tapi akan kami perjuangkan dan kami mendengarkan berbagai usulan masyarakat yang memperjuangkan nilai afirmasi tambahan , jadi bakal kami coba” tutur Mentri Pendidikan tersebut. Sumber; tempo.co